Showing posts with label relationship. Show all posts
Showing posts with label relationship. Show all posts

Friday, January 18, 2013

rindu pada

kami sama-sama menanggung rindu. rindu pada laut, pada ikan, pada karang, pada kesenyapan samudra.



















                
@tololoe sketch&photo

Januari 10,2013

Wednesday, January 9, 2013

dalam genggaman tangan





@web image


Hampir senja, kala  hujan menguyur, iramanya adagio, syahdu.
Sepasang kekasih duduk di tepi sebuah bangku jati panjang.
Sedikit menjauh dari jendela yang berkerai kayu.
Tangan mereka saling bertautan, menggenggam, meremas lembut.
Rindu, mereka menyatukan rindu yang berbulan terpisah jarak
Dalam diam yang hening
Dalam tatapan yang memeluk
Tangan mereka menyatu, sarat dengan rindu
Rindu yang tak habis-habisnya mereka bicarakan dalam genggaman dan jari-jari yang memilin.








januari 5,2013

Thursday, June 14, 2012

sepotong cerita dari selembar @cardtopost

dulu....
waktu jaman masih belum secanggih sekarang, masih ingat nga kalian, kira-kira jaman SD, ada masa kita kirim-kiriman surat ama sahabat pena kita. atau ngirim surat ke artis-artis yang kita suka.  
masih ingat juga g serunya.... apalagi kalau surat kita dibales. wuih.... perasaannya gimana gitu yah.... 
bisa jadi heboh tuh. sampe dibawa kesekolah trus dipamerin ama teman-teman sekelas..... *hayo ngaku siapa yang begitu.. :) 

nah.. sekarang, saat semua sudah serba elektronik, pernah nga kepikiran buat kirim-kirim berita secara manual gitu. maksudnya nulis surat dikertas, trus di masukin amplop, cantumin alamat dan dibawa ke kantor pos, dibeliin prangko, ditempelin trus dicap, di serahin deh ke bapak posnya buat di kirim sambil harap-harap cemas, nyampe g yah.. dibales g yah......   :D 

mungkin sebagian dari kalian mikirnya, ih.. repot banget, kan bisa email-emailan, bisa sms, atau bbm. nga perlu nunggu lama, bisa dijawab saat itu juga. lagi.. hari gini apa kantor pos nya masih eksis? hehehe........ 
sebenarnya berkorespondensi secara manual itu menyenangkan lho, proses yang kita jalani, menulis, dan mengeposkan surat, bisa membawa suatu hal tersendiri. terlebih.. surat yang kita terima bisa menjadi semacam kenang-kenangan, pengingat dari masa itu. seperti  ketika saya nemu beberapa surat dari sahabat pena yang ternyata masih tersimpan. ih.... sumpah... lucu bener.. saya sampai senyum geli membacanya. 
oh.. how i miss that silly days.....     

well.. meski begitu.. di dunia yang serba elektronik ternyata masih ada juga orang-orang yang punya minat dan menaruh kepedulian pada korenspondensi manual. adalah @cardtopost, yakni sekumpulan orang-orang muda yang berkeinginan menghidupkan lagi budaya berkirim kartu pos. senengnya tak terkira, waktu nemu laman ini, yeah.. akhirnya bisa kirim-kirim surat lagi. dan thanks to the internet, melalui media blog dan twitter, keberadaan komunitas ini bisa dengan cepat di respon oleh para pehobi surat-menyurat lainnya.  *bener nga seh tulisnya? :D   
nah... disini aku mw pamerin kartu pos pertama yang aku terima. 

my first @cardtopost


ini dari Novely. ngirimin kartu pos buatan sendiri dengan tema Lady Diana, karena dia suka banget segala hal yang berbau England. yeah..... thank you Novely.. kartu posnya udah aku balas ya..... ditunggu. 


o.. iya... aku juga mw liatin kartu-kartu hasil buatan aku yang udah dikirim. 

my handmade @cartopost
so buat yang udah kirim alamat, ditunggu deh............


hm......... gimana, kebayang kan serunya.....
beneran g pengen nyobain kirim-kiriman  kartu pos.... 
hayuk.....................  






Sunday, June 10, 2012

TololoeBooks Goes to Dusun Kapu

dari hasil bincang-bincang tanpa arah dengan Seto Ariyadi, seorang sabahat dari Wanci Wakatobi, dalam perjalanan pulang berjalan-jalan, tercetus ide untuk membuka rumah baca di Dusun Kapu,Desa Sani-sani, Kec. Samaturu yang baru saja kami kunjungi.
ini buka ide baru bagi saya, karena hal ini adalah sebuah impian yang terpaksa saya endapkan sekian lama karena terbentur kendala sepele yang kemudian menumpuk dan akhirnya terabaikan bersama segala kesibukan saya.
dari celetukan yang bernas itu, kami lalu membicarakan teknis dan kemungkinan kendala yang akan kami hadapi. maklum saja, sahabat saya ini, sudah punya banyak pengalaman sebelumnya dalam hal pengelolaan rumah baca. meski begitu, pompaan semangat teman-teman penggembira yang juga ikut dalam perjalanan hari itu membuat saya meneguhkan niat untuk mulai bertindak. sekarang. saat ini juga.
dimulai dengan menghubungi salah seorang sahabat Meilan Bintang yang juga punya perhatian yang sama besar dalam hal. keesokan harinya, kami  bertiga lalu berdiskusi panjang tentang segala sesuatu hal yang harus kami lakukan, apa yang kami butuhkan dan apa yang akan kami hadapi. kami juga membicarakan banyak hal yang sangat berkaitan dengan rumah baca. dimana hal ini kami tuangkan dalam rencana besar dan jangka panjang.
bertiga, kami menetapkan hati untuk bekerja demi untuk sebuah impian kecil.
pekerjaan saya dimulai dengan mengumpulkan buku-buku bacaan yang layak untuk anak usia sekolah. beberapa jenis majalah bekas yang sesuai untuk anak-anak, buku-buku pelajaran dari tahun-tahun sebelumnya yang tidak lagi dipakai serta koleksi komik pribadi saya dan Meilan.
alhamdulillah, dari target awal saya 100 buku, kami berhasil mengumpulkan 117 eks buku dan majalah.

Sayang dan Lani

setelah proses pendataan,pencatatan buku, dan pelabelan. maka buku telah siap diantarkan.
dan akhirnya pada Jumat, 8 juni 2012. saya dan Meilan, berkunjung kembali ke dusun kapu desa sani-sani kec. samaturu untuk mengantarkan buku-buku tersebut.
sesampainya disana, kami disambut oleh keluarga Bapak Saidi. penduduk asli Ds.Kapu yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan, setelah perbincangan yang cukup panjang, dengan bapak Saidi dan keluarga. akhirnya buku kami turunkan dari  mobil. dan menyerahkan pada adik Sayang Anggraini, putri pertama bapak Saidi yang kami daulat sebagai penanggung jawab rumah baca.
sejak kedatangan kami, telah ada beberapa anak yang menyambut kami yang diantaranya adalah  putra-putri pak Saidi yang berjumlah 5 orang. namun entah dari mana beritanya, bahwa kami datang dengan membawa banyak buku, tiba-tiba saja rumah sederhana Pak Saidi yang tidak seberapa luas, dipenuhi oleh belasan anak-anak yang antusias ingin berkenalan dengan kami dan memohon untuk bisa membaca buku-buku yang kami bawa.
anak-anak dusun kapu

Kakak Meilan bersama Bapak Saidi
tidak terkira kesenangan kami akan sambutan ini. terlebih bapak Saidi dengan wajah berseri dan mata yang sedikit berkaca, mengatakan bahwa ia tidak pernah menyangka ada orang asing yang punya perhatian dan kepedulian begitu besar terhadap anak-anak dikampung mereka utamanya dalam hal pendidikan. dan karenanya sangat berterima kasih atas hal tersebut. beliau juga bersedia membantu hal-hal yang mengenai rumah baca yang akan berjalan ini.

tidak terasa hari beranjak sore, hampir seharian kami disana bermain, dan bercerita, kami lalu pamit pulang. sambil pamitan, kami menitip pesan, agar adik-adik semua rajin membaca, rajin belajar, serta berjanji bahwa kami akan segera kembali lagi dengan lebih banyak buku. semua melepas dengan senyuman dan lambaian tangan. senyum tulus, senyum penuh keceriaan... kami pun tersenyum, senyum penuh kebahagiaan. kebahagian yang penuh arti. kebahagian dari berbagi.

oh iya hampir lupa, kami-saya dan Meilan sepakat menamai rumah baca ini Rumah Baca Tololoe, yang berarti rumah orang muda, yang berjiwa dan bersemangat positif anak muda.


happy reading



Friday, December 23, 2011

am i being so selfish for that.........

some people may had  double standard about selfishness, goodness, goodwill, or many other simple things that  sometimes can be so complicated.

me.. i'm refer the situation.

days ago, a very best friend gave birth to a baby girl.

i didn't came quickly to meet her because i was away.

and then the next week, i call her to ask how's she's doing? and i want to came to visit her today.

but you know what............

she didn't pick up the phone, didn't answer the message i send her.
but with all the goodwill i still try to make a call.all morning.

and finally i got a text,  it's her.
"i just had a baby, cannot see you"
wow...........
still trying to talk to her, i re-call her.
and she's pick up the phone,
M : "hi there.. new mom's..." excitedly, i greet her.
but i heard her husband spoke from the other side.
H: "she's sleeping, exhausted,please not bother her" and he hang up the phone.

am i being selfish for angry to her.
i never meant to disturb her. i just wanna to know if she's okay.
and can came visit.

ok.. i fully understand that you've gone through a very dramatic situation, that's you feel a little of everything, and it's okay if you need sometimes to get alone
but can't you just show a little respect, over the goodwill.

maybe i didn't call at the right time, maybe i'm a little too late.
maybe i'm a little over sensitive.
but i'm still can not understand, the way she answer me..
she kinda like an alien. a stranger.

so am i selfish or what......

Sunday, December 12, 2010

kebersamaan

terkadang kita tak pernah menyadari, betapa alam mengajarkan begitu banyak kearifan hisup.
liat makhluk lemah ini-semut, menyadari kapasitas personal yang sangat minim maka berkerja sama adalah jalan keluar dari setiap masalah. itu pilihan. karna bila tidak demikian maka seluruh koloni yang menanggung akibatnya.
kebersamaan. kunci keberhasilan.


*komando boz semut*
"oke semuanya. posisi masing-masing.siap........ jalan!"
"1.2.3"
"1.2.3"


andai saja kita mau sedikit lebih peduli pada sekitar.

Monday, November 8, 2010

buat teman

Seringkali kita –karena kesengajaan atau ketidak sengajaan, menjauh dari keluarga, dan sahabat tanpa kita sadari bahwa sesungguhnya mereka punya arti tersendiri dan itu sangatlah berharga.
Melihat photo-photo seorang sahabat di seFB, sekonyong-konyong menohok perasaan saya, saya merasa terabaikan. Dari gambar-gambar itu saya bisa melihat betapa sahabat saya tersebut begitu menikmati kebersamaannya Bersama teman-teman barunya. Bahagia, dan ceria.
Dan sebersit tanya pun menggaung diotak saya. Dimana saya saat itu? Sudah begitu jauhkah saya darinya hingga tidak tahu cerita terbaru dari dan tentangnya. Apa saja yang sudah dilaluinya belakangan ini tanpa saya? Apakah saya tidak lagi ada dalam daftar curhatnya? Sedih dan cemburu.
Tapi saya lalu menyadari sesuatu, bahwa dalam hal ini teman saya tidak bersalah bila karena sesuatu dan lain hal “terdampar” pada komunitas yang baru. Lingkungan baru, situasi baru. Karena pada dasarnya, manusia itu berkembang, tidaklah bijaksana bila kita harus selalu terpaku pada yang itu-itu saja. Apalagi memaksa orang lain-walau itu sahabat baik kita sendiri, untuk menjalani kehidupan yang kita pikir membahagiakan. Toh dengan begitu bukan berarti dia berubah dan melupakan saya, karena saya tidak bisa selalu ada bersamanya dan harus selalu bersamanya.
Well what can I say, live your life girlfriend. Anyway, I believe We’re still best friend forever know matter what. As you always say to me, “I’m happy for what ever makes you happy”. Love you dear sista.

Wednesday, June 11, 2008

kOMuNiKasi

aneh ya, betapa keadaan terkadang bisa membuat kita menyadari arti seseorang.
selama ini saya tergolong orang yang tidak begitu mementingkan komunikasi (dalam arti menjaga hubungan jarak jauh). sekedarnya saja. tidak kepada siapapun. jangankan si dia, bunda saja sering bingung memikirkan saya yang berbulan-bulan tanpa kabar berita. prinsipku saya "tidak ada berita berarti kabar baik"
tapi kemudian tidak bisa lagi begitu.
ade-ku. sibungsu kesayangan bunda. sedang mencoba peruntungan nasib dikampung orang. sebenarnya ini biasa saja. bukan hal besar. toh saya juga begitu. tapi ini masalahnya sibungsu. sebagai kakak yang exist. saya bertanggung jawab penuh pada dia. jadi mau nggak mau saya dapat tugas baru. menelpon si ade. 2 kali sehari, 7 hari seminggu. sumpah ini merepotkan. sudah saya bilang kalau saya tidak mau terlalu pusing nelponin orang2 nanya kabar keliwat sering. dua minggu sekali cukuplah. tapi, ini kasus yang berbeda. jadilah sekarang say miss ring2. sehari nelpon dua hingga empat kali, belum terhitung berbalas pantun (baca smsan) yang bisa hingga 10 kali. capek . tapi harus, karena saya harus tahu detik perdetik apa yang dibuat sibungsu. memastikan dia baik2 saja.
sebenarnya kalau mau turut hati bisa saja saya biarkan semua apa adanya. tapi kemudian saya baru menyadari bahwa, kami -saya khususnya- secara tidak sadar justru saling memperbaharui arti komunikasi antar adik dan kakak yang selama ini cenderung tidak ada.
aneh.. ya, kenapa harus jarak yang bisa membuat saya mengerti arti penting kata-kata.
"wei.. bqn apa?"
"bae2 loe?"
"dimana? jangan keseringan keluar2."
"sudah makan belum?"
..................
..................