kalo ngomongin keluarga besar, mungkin orang indonesia jagonya. urutan silsilah bisa lebih besar dari beringin tua. kadang sampe membingungkan sendiri ngitung jumlah membernya.
kemarin ponakanku pada kumpul. jadi biar lebih seru, kami jalan kepantai.
karena tante and ponakan narsisnya sama, jadilah kami juga futu2 disana.
tapi jangan salah, yang disini baru beberapa dari kami. cuma ekor dari 2 mama. padahal kalo mau dikumpul selengkap-lengkapnya, 5 bus gede pun belum cukup untuk ngangkutin anak-beranak ini. halah..halah...halah.......
Showing posts with label Ihwal. Show all posts
Showing posts with label Ihwal. Show all posts
Tuesday, April 29, 2008
the bond
Sebelumnya tidak pernah terbayangkan bahwa bergaul didunia maya akan membawaku bertemu orang-orang yang tidak pernah ada dalam lintasan pikiranku sebelumnya.
Seperti hari ini, aku dapat teman baru. Lage. Horeeee…………………………………
Senengnya. Jadi ngobrol deh tuh. Secara saya memang seneng tambah teman.
Dan ternyata. Dia ngaku orang bugis. Atleast half bugisnesse.
Besar dijawa sekarang tinggal di Denpasar.
Somehow I feel the bond. N its so excited.
Perkaranya adalah bukan tentang saya atau dia tetapi tentang bugis itu sendiri.
Seperti lazim nya yang diketahui orang ramai bahwa orang bugis adalah pelaut yang tangguh. Terbukti dengan jauhnya perjalanan mereka mengukuri setiap sudut bumi.
Hingga anak keturunannya tersebar dipenjuru tanah.
Tapi saya bukan mau berbicara tentang habits nenek koyang kami itu. Tapi tentang the lost bugisnesse i had inside.
Kalau mau jujur, saya masih berjalan tertatih dan merabai negeri moyangku itu. Hampir tak ada petunjuk nyata. Semua hanya berlabel KONON KATANYA.
Padahal saya tipe manusia yang mendahulukan akal sehat dari sekedar mitos.
Tak ada persetujuan.
Jadinya demi mengendapkan rasa penasaran ini, bertualanglah saya kepenjuru alam maya. Mencari silo yang senasib dan seperasaan.
Mungkin saya belum terbilang beruntung. Bukan apa. Mereka yang saya temukan tidak merasa ini sebagai suatu issue yang penting. Sedihnya. Walau Demikian saya masih akan terus mencari dan mencari. Sampai saya bisa menemukan jawaban pertanyaan-pertanyaan saya.
Mungkin dengan ini ada seseorang diluar sana yang tergerak untuk menuntun langkahku. Menemukan rumah yang hilang.
Seperti hari ini, aku dapat teman baru. Lage. Horeeee…………………………………
Senengnya. Jadi ngobrol deh tuh. Secara saya memang seneng tambah teman.
Dan ternyata. Dia ngaku orang bugis. Atleast half bugisnesse.
Besar dijawa sekarang tinggal di Denpasar.
Somehow I feel the bond. N its so excited.
Perkaranya adalah bukan tentang saya atau dia tetapi tentang bugis itu sendiri.
Seperti lazim nya yang diketahui orang ramai bahwa orang bugis adalah pelaut yang tangguh. Terbukti dengan jauhnya perjalanan mereka mengukuri setiap sudut bumi.
Hingga anak keturunannya tersebar dipenjuru tanah.
Tapi saya bukan mau berbicara tentang habits nenek koyang kami itu. Tapi tentang the lost bugisnesse i had inside.
Kalau mau jujur, saya masih berjalan tertatih dan merabai negeri moyangku itu. Hampir tak ada petunjuk nyata. Semua hanya berlabel KONON KATANYA.
Padahal saya tipe manusia yang mendahulukan akal sehat dari sekedar mitos.
Tak ada persetujuan.
Jadinya demi mengendapkan rasa penasaran ini, bertualanglah saya kepenjuru alam maya. Mencari silo yang senasib dan seperasaan.
Mungkin saya belum terbilang beruntung. Bukan apa. Mereka yang saya temukan tidak merasa ini sebagai suatu issue yang penting. Sedihnya. Walau Demikian saya masih akan terus mencari dan mencari. Sampai saya bisa menemukan jawaban pertanyaan-pertanyaan saya.
Mungkin dengan ini ada seseorang diluar sana yang tergerak untuk menuntun langkahku. Menemukan rumah yang hilang.
Thursday, April 24, 2008
Perjodohan
beberapa hari ini saya ditemani oleh anri'ku yang baru datang.
seru karena ada banyak cerita yang dibawanya.
salah satunya adalah cerita rencana perjodohan sappo'ku dengan anure'ku.
xixixiixixi...................
saya jadi terbayang berbagai hal.
perjodohan adalah hal yang biasa bagi to' ugie. dan saya paham, bahwa tujuannya adalah baik semata. tapi terkadang, kita -generasi baru- tidak menerima hal ini karena menganggap ini konyol.
tapi bagi kami ini adalah lumrah. sudah banyak cerita perjodohan yang sukses diantara kami (baca keluarga besar). Dan karena kami semua adalah saudara jadi tidak ada sungkan atau perbedaan. semua berlangsung baik, semua saling tolong menolong.
dan yang pasti semua akan bahagia.
seru karena ada banyak cerita yang dibawanya.
salah satunya adalah cerita rencana perjodohan sappo'ku dengan anure'ku.
xixixiixixi...................
saya jadi terbayang berbagai hal.
perjodohan adalah hal yang biasa bagi to' ugie. dan saya paham, bahwa tujuannya adalah baik semata. tapi terkadang, kita -generasi baru- tidak menerima hal ini karena menganggap ini konyol.
tapi bagi kami ini adalah lumrah. sudah banyak cerita perjodohan yang sukses diantara kami (baca keluarga besar). Dan karena kami semua adalah saudara jadi tidak ada sungkan atau perbedaan. semua berlangsung baik, semua saling tolong menolong.
dan yang pasti semua akan bahagia.
Sunday, April 13, 2008
bugis vs toraja
Kemarin, saya tidak sengaja menemukan sebuah channel yang menampilkan tentang acara pernikahan ala Bugis. After following the ceremony, the host says its a really great rites but also exhausting. and suddenly its remains me to a friend comment about the buginesse. She said that she's so jealous with the buginesse costums when its come to a weds. Its a really fascinating rite. she add. "and why cant we have such things?"
FYI she is a torajans, where they were known better with the burial rite.
till today, i still havent got the answer to her question. atau mungkin inilah arti Lain Lubuk Lain Padang Lain Ikan Lain Belalang.
FYI she is a torajans, where they were known better with the burial rite.
till today, i still havent got the answer to her question. atau mungkin inilah arti Lain Lubuk Lain Padang Lain Ikan Lain Belalang.
The ReaSon W H Y
Kendati terlahir dari ayah dan ibu yang berdarah bugis asli, seumur hidup saya harus belajar tentang bugis dan kebugisan saya. Wajar saja, saya lahir dan besar dan ditanah orang. Walau masih bagian dari sulawesi, Kolaka, tetap tanah asing yang kemudian - diakui atau tidak - sedikit banyak memberikan pengaruh dalam nilai kehidupan kami.
Boleh dikata, generasi saya adalah keturunan ke 4 dari leluhur kami yang pertama kali bermigrasi ke Kolaka. Sekitar akhir 1800an.
Dan disinilah saya, mencoba mengumpulkan kepingan cerita sebagai upaya rekonstruksi kebugisan saya.
Boleh dikata, generasi saya adalah keturunan ke 4 dari leluhur kami yang pertama kali bermigrasi ke Kolaka. Sekitar akhir 1800an.
Dan disinilah saya, mencoba mengumpulkan kepingan cerita sebagai upaya rekonstruksi kebugisan saya.
Subscribe to:
Posts (Atom)