Showing posts with label bless. Show all posts
Showing posts with label bless. Show all posts

Sunday, June 10, 2012

TololoeBooks Goes to Dusun Kapu

dari hasil bincang-bincang tanpa arah dengan Seto Ariyadi, seorang sabahat dari Wanci Wakatobi, dalam perjalanan pulang berjalan-jalan, tercetus ide untuk membuka rumah baca di Dusun Kapu,Desa Sani-sani, Kec. Samaturu yang baru saja kami kunjungi.
ini buka ide baru bagi saya, karena hal ini adalah sebuah impian yang terpaksa saya endapkan sekian lama karena terbentur kendala sepele yang kemudian menumpuk dan akhirnya terabaikan bersama segala kesibukan saya.
dari celetukan yang bernas itu, kami lalu membicarakan teknis dan kemungkinan kendala yang akan kami hadapi. maklum saja, sahabat saya ini, sudah punya banyak pengalaman sebelumnya dalam hal pengelolaan rumah baca. meski begitu, pompaan semangat teman-teman penggembira yang juga ikut dalam perjalanan hari itu membuat saya meneguhkan niat untuk mulai bertindak. sekarang. saat ini juga.
dimulai dengan menghubungi salah seorang sahabat Meilan Bintang yang juga punya perhatian yang sama besar dalam hal. keesokan harinya, kami  bertiga lalu berdiskusi panjang tentang segala sesuatu hal yang harus kami lakukan, apa yang kami butuhkan dan apa yang akan kami hadapi. kami juga membicarakan banyak hal yang sangat berkaitan dengan rumah baca. dimana hal ini kami tuangkan dalam rencana besar dan jangka panjang.
bertiga, kami menetapkan hati untuk bekerja demi untuk sebuah impian kecil.
pekerjaan saya dimulai dengan mengumpulkan buku-buku bacaan yang layak untuk anak usia sekolah. beberapa jenis majalah bekas yang sesuai untuk anak-anak, buku-buku pelajaran dari tahun-tahun sebelumnya yang tidak lagi dipakai serta koleksi komik pribadi saya dan Meilan.
alhamdulillah, dari target awal saya 100 buku, kami berhasil mengumpulkan 117 eks buku dan majalah.

Sayang dan Lani

setelah proses pendataan,pencatatan buku, dan pelabelan. maka buku telah siap diantarkan.
dan akhirnya pada Jumat, 8 juni 2012. saya dan Meilan, berkunjung kembali ke dusun kapu desa sani-sani kec. samaturu untuk mengantarkan buku-buku tersebut.
sesampainya disana, kami disambut oleh keluarga Bapak Saidi. penduduk asli Ds.Kapu yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan, setelah perbincangan yang cukup panjang, dengan bapak Saidi dan keluarga. akhirnya buku kami turunkan dari  mobil. dan menyerahkan pada adik Sayang Anggraini, putri pertama bapak Saidi yang kami daulat sebagai penanggung jawab rumah baca.
sejak kedatangan kami, telah ada beberapa anak yang menyambut kami yang diantaranya adalah  putra-putri pak Saidi yang berjumlah 5 orang. namun entah dari mana beritanya, bahwa kami datang dengan membawa banyak buku, tiba-tiba saja rumah sederhana Pak Saidi yang tidak seberapa luas, dipenuhi oleh belasan anak-anak yang antusias ingin berkenalan dengan kami dan memohon untuk bisa membaca buku-buku yang kami bawa.
anak-anak dusun kapu

Kakak Meilan bersama Bapak Saidi
tidak terkira kesenangan kami akan sambutan ini. terlebih bapak Saidi dengan wajah berseri dan mata yang sedikit berkaca, mengatakan bahwa ia tidak pernah menyangka ada orang asing yang punya perhatian dan kepedulian begitu besar terhadap anak-anak dikampung mereka utamanya dalam hal pendidikan. dan karenanya sangat berterima kasih atas hal tersebut. beliau juga bersedia membantu hal-hal yang mengenai rumah baca yang akan berjalan ini.

tidak terasa hari beranjak sore, hampir seharian kami disana bermain, dan bercerita, kami lalu pamit pulang. sambil pamitan, kami menitip pesan, agar adik-adik semua rajin membaca, rajin belajar, serta berjanji bahwa kami akan segera kembali lagi dengan lebih banyak buku. semua melepas dengan senyuman dan lambaian tangan. senyum tulus, senyum penuh keceriaan... kami pun tersenyum, senyum penuh kebahagiaan. kebahagian yang penuh arti. kebahagian dari berbagi.

oh iya hampir lupa, kami-saya dan Meilan sepakat menamai rumah baca ini Rumah Baca Tololoe, yang berarti rumah orang muda, yang berjiwa dan bersemangat positif anak muda.


happy reading



Wednesday, December 22, 2010

moment of sacrifice.moment of joy.

photo//walking.about.com



Hari ini Rabu, 22 Desember 2010.
Tiga hari sebelum natal.
Entah kenapa saya selalu menyukai suasana menjelang hari-hari perayaan kelahiran si Gembala Agung. Ada perasaan sukacita yang besar. Dan saya yakin itu yang dirasakan seluruh penganut nasrani di penjuru bumi.  
Kidung rohani dan pujian yang diputar diseantero mall dan pusat perbelanjaan sangat menyemarakkan hati. Pernak-pernik dan gemerlap pohon terang bagai cahaya yang menerangi jiwa. Indah penuh makna.
Sudah sepatutnya Kelahiran sang penebus disambut dengan segala kemeriahan. Limpahan kegembiraan. Mengingat betapa besarnya pengorbanan yang Ia berikan untuk umatnya. Bagai pengorbanan seorang ibu untuk anaknya. Tanpa pamrih. Unconditionally. Sesuatu yang patut diteladani bagi seluruh manusia. Terlepas apakah ia seorang nasrani, muslim, yahudi atau apapun itu.  Sebuah nilai yang universal.
Walau  saya bukan seorang nasrani, saya sangat memahami betapa besar arti pengorbanan itu. Dan mungkin itu yang membuat saya dapat merasakan sukacita yang membahana di relung hati umat kristiani. Dan karena mungkin akan sangat bias bila saya mencoba menelaahnya lebih jauh. Jadi, sudahlah…. Saya pun tidak berniat untuk kearah itu.
Sementara lagu Rudolph The Red Nose Reindeer membahana di penjuru mall, atau sayup-sayup white xmas berdentang-dentang dari balik pohon terang, saya mengucapkan kepada seluruh sahabat, teman dan semua yang merayakan. Selamat Natal. Merry Xmas. May the Joy of Xmas Bring Peace To All of Us.
Special buat
-Ayang and The Panggaus
-Tien –tince- Simanungkalit
-Mas Boy dan keluarga *u know who U are*
-Elsa Maria dan Olaf di Gronigen Holland
-Lingling beserta Mama dan Papa. 
- Mas Toro na Dee dimana pun berada
Dan semua yang tidak bisa saya sebut satu persatu