Showing posts with label davie's note. Show all posts
Showing posts with label davie's note. Show all posts

Saturday, December 25, 2010

Kecap Manis



Waktu makan malam sudah jauh terlewati, saat kami memutuskan untuk mengeksekusi rasa lapar disebuah warung tenda dipinggir pantai . pilihan yang sederhana dan tak memakan waktu. tak heran saat semua pesanan tersaji, kami langsung saja  menyantap menu masing-masing. Davie yang kebagian sepiring nasi dan sepotong ayam goreng-tanpa sambal, juga tampak sibuk. Tetapi melihat kami makan dengan sambal dia lalu tengok kiri dan kanan Mencari cocolan untuk ayam gorengnya.
 D:”kecap…” lantang meminta perhatian
S:”nga usah de’ itu saja nasi dengan ayam!” mencoba mengalihkan perhatiannya.
D:”Kaka Ucu.. Kecap caya.” Berganti memohon pada ucup dengan tambahan kata Kaka. Berharap permohonannya dikabulkan.
U:”itu sama Idhop. Pedis punyaku.” Menunjuk ke piring saya yang hanya berhias sambal Kacang.
S:”makan saja de’, mau cobakah?.” Menyendokkan secuil sambal kemulutnya.
D:”Jangan. Kecap…..” teriaknya lagi
U:”Pedis itu bodo.!” Tetap mengacuhkan rengekan yang tak kenal lelah
D:”Tidak pedis!” bertahan
U:”Pedis!” argumen bodoh
D:”tidak pedis. M A N I S!” dengan wajah penuh kemenangan meraih botol kecap yang jauh didepannya. Memandikan nasinya dengan saus kedelai hitam itu dan mulai makan dengan sangat lahap.

Lokasi warung tenda sari laut pak iin asli Surabaya. Pantai kolaka.
Peserta, Saya, Ciyie, Davie, Mama, Nand dan Ucup.


Gelap Mungkin........



Disuatu sore, sambil bermain Bersama, saya(S) dan davie(D) membolak-balik halaman sebuah majalah. 
D: “gelap ini to” Menunjuk pada lembar halaman yang berwarna hitam.
S:”Bukan. Ini hitam.” Mencoba meluruskan.
D:”Oh….” Memasang muka mengerti
S:”Ini  namanya warna hitam.” Lega dan kembali menegaskan.
D:”Hitam…. Gelap Mungkin.” Dengan wajah tak acuh, membalik halaman selanjutnya dengan pernyataan yang tidak bisa terbantahkan.

AMAD DAVIE ECA




Anak kecil memang anugrah. Somehow, mereka bisa jadi pelipur lara dikala hati sedih dan penghibur hati dikala gundah.
Anak kecil yang satu ini bernama MUHAMMAD QHADAVIE SYAHREZA. Umurnya baru 2 tahun 3 bulan. Tapi jangan  pernah memandang kecil padanya. Karena pribadinya sungguh sebesar namanya.
Bila pada usia ini, kebanyakan anak-anak belum memikirkan tentang cita-cita maka batita ini sudah punya satu cita-cita yang dipegang teguh sejak ia sudah mampu merasa. Dan cita-cita itu sungguh diluar kebiasaan. Coba saja bertanya padanya tentang cita-cita itu, maka dengan tegas ia akan menjawab. Kambing. Entah apa yang istimewa dengan hewan yang satu ini, tapi ia sangat terpesona dengan hewan berkaki empat yang identik dengan bau tak sedap.
Bicara tentang hewan. Sebenarnya bukan hanya kambing saja yang disukainya. Segala jenis binatang sudah dikenalnya. Jadi Jangan pernah salah mengidentifikasi seekor hewan didepannya, karena dengan spontan ia akan menyebutkan nama yang sebenarnya. Seperti juga semua anak kecil yang kadang bisa sangat cengeng. Rewel dan merengek pada saat tertentu. Davie pun demikian. Tapi ada cara yang sangat ampuh untuk mendiamkannya atau setidaknya mengalihkan perhatiannya. Pancing saja ia dengan hewan yang ada disekitar kita maka dalam dua detik tangisannya dijamin hilang. Dan selanjutnya dia akan sibuk berceloteh mengomentari segala sesuatu tentang hewan.  And thank to NGC, Discovery Channel dan Animal planet yang setia memberikan tayangan tentang dunia fauna. Saya tidak perlu binggung memikirkan cara membuatnya duduk manis, bila ia sedang dalam kuasa asuhan saya.
Davie. Begitu biasa ia dipanggil. Memang baru berumur 2 tahun, tapi percaya atau tidak ia terkadang bertingkah, berpikir dan bertindak seperti anak sepuluh tahun. Meski begitu tetap saja ia adalah anak kecil yang lucu dan menggemaskan.