Monday, October 25, 2010

fishing with the sunset





seorang pehobi mancing yang mencoba peruntungannya dipantai mandra kolaka. memancing sembari menikmati sunset.

pintu gerbang




inilah pintu gerbang masuk kabupaten kolaka bila anda menggunakan ferry dari pelabuhan bajoe, kabupaten bone sulweai selatan.
mau tau apa saja cerita tentang kota kecilku ini. tunggu disini.

Monday, April 12, 2010

perayaan egoisme

Desember 10th. 2009
Thursday 09:53

Sebuah perayaan baru saja usai.
Janur-janur melayu. Bunga-bunga terserak. Sampah-sampah mengangur.
Hening saja
Padahal sesaat lalu yang baru saja kami berbagi makian.
Saling menuangkan anggur dari piala kesombongan terbaik yang mampu ia tunjukkan.
Kemudian senyap.
Angin berdesir-desir mengetuk jendela kamarku yang gerah.
Berbisik lirih ia menitipkan salam asmara seorang pemuda lugu

TENTANG GOING SOLO

Kemarin, iseng saya tanya keteman yang ada dibelantara Kalimantan “ Bong, ada nga kerjaan yang enam bulan kerja, dan enam bulan cuti? Atau minimal sembilan bulan kerja, tiga bulan cuti deh!” nga perlu lama teman saya menjawab, “g ada, kecuali loe buka usaha sendiri”. Nah lho, itu artinya aku kerja untuk diri sendiri dunk. Ya sama aja kale. Aku nga bakat buat jadi boss, nga mau pusing dengan masalah tanggung jawab karyawan. Aku mau tiap bulan terima gaji bersih. Tapi punya hak cuti minimal 3 bulan – maksimal 6 cuti tiap tahunnya. Hehehehe………….. ada yang tau dimana bisa apply?

TENTANG CUACA PANAS

Waktu bangun tadi pagi, langit tidak sebiru cerah biasanya. Tidak kelabu juga sesungguhnya, tapi cukup muram. Belum lagi angin yang kering menusuk. Walau saya bukan ahli cuaca, tapi setidaknya bisalah membuat prakiraan sendiri. Dan dari hasil penerawangan saya berdasarkan ilmu kira-kira yang saya pelajari selama ini, cuaca sepanjang siang ini, cerah berawan. Seperti yang biasa saja.
Waktu berangkat kantor, cuaca belum seberapa terik, kalau tidak bisa dibilang tenang. Pikirnya bisa buat take a walk for a short rute. Tapi kemudian sadar itu mustahil. Ini Indonesia. Jalan kaki kekantor apalagi jaraknya hampir 2 km. bisa pingsan duluan.
Tumpukan tugas yang menunggu membuatku tidak begitu memikirkan perihal cuaca ini lagi. Tapi ternyata waktu berjalan cepat juga. Tidak terasa pukul 13:45.
Dilangit masih banyak awan-awan hitam, menorehkan cemas pada langit yang hampir pucat. Tapi bukan itu yang menyesatkan. Melainkan bulir-bulir keringat menetes, merembesi kulit. Mau dibiarkan, tidak mungkin. Dan hampir mustahil untuk menikmatinya. Panas yang menyerang kemudian seperti membara didarah, menyusup cepat kejaringan dibawah kulit, naik ke kepala, merebus otak hingga hampir-hampir tidak bisa lagi berpikir jernih. Emosi seakan, wajah setan tercetak dihati. Bisa bayangkan apa yang saya rasakan dan bagaimana tampang saya?