Monday, April 12, 2010

TENTANG CUACA PANAS

Waktu bangun tadi pagi, langit tidak sebiru cerah biasanya. Tidak kelabu juga sesungguhnya, tapi cukup muram. Belum lagi angin yang kering menusuk. Walau saya bukan ahli cuaca, tapi setidaknya bisalah membuat prakiraan sendiri. Dan dari hasil penerawangan saya berdasarkan ilmu kira-kira yang saya pelajari selama ini, cuaca sepanjang siang ini, cerah berawan. Seperti yang biasa saja.
Waktu berangkat kantor, cuaca belum seberapa terik, kalau tidak bisa dibilang tenang. Pikirnya bisa buat take a walk for a short rute. Tapi kemudian sadar itu mustahil. Ini Indonesia. Jalan kaki kekantor apalagi jaraknya hampir 2 km. bisa pingsan duluan.
Tumpukan tugas yang menunggu membuatku tidak begitu memikirkan perihal cuaca ini lagi. Tapi ternyata waktu berjalan cepat juga. Tidak terasa pukul 13:45.
Dilangit masih banyak awan-awan hitam, menorehkan cemas pada langit yang hampir pucat. Tapi bukan itu yang menyesatkan. Melainkan bulir-bulir keringat menetes, merembesi kulit. Mau dibiarkan, tidak mungkin. Dan hampir mustahil untuk menikmatinya. Panas yang menyerang kemudian seperti membara didarah, menyusup cepat kejaringan dibawah kulit, naik ke kepala, merebus otak hingga hampir-hampir tidak bisa lagi berpikir jernih. Emosi seakan, wajah setan tercetak dihati. Bisa bayangkan apa yang saya rasakan dan bagaimana tampang saya?